The Kencana 

The Kencana

THE KENCANA

THE KENCANA RESIDENCE

the kencana residence

The Kencana
The Kencana

The Kencana Residence yang dikembangkan PT Menara Perkasa Margahayu Land (MPM) resmi menggandeng The Ascott Ltd untuk mengoperasikan Somerset Residence di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan. the kencana telah terjual 70% dari total unit yang ada. kami targetkan proyek dapat selesai pada akhir Desember 2018,” ujar Direktur Utama MPM Susanto Kiswandono di Jakarta. Hunian ini terdiri atas dua menara dengan total 395 unit dilengkapi fasilitas kolam renang dan ruang olahraga. Rinciannya, menara apartemen setinggi 35 lantai berisi 191 unit, sedangkan menara kondotel yang juga setinggi 35 lantai itu berisi 204 unit kondotel. Susanto menambahkan, apartemen yang berada di kawasan elite tidak jauh dari Pondok Indah itu menargetkan warga generasi kedua yang tinggal di daerah Pondok Indah. Alasannya adanya kedekatan emosional dengan keluarga sehingga biasanya mereka tidak mau tinggal berjauhan. “Selain itu, The Kencana Residence juga menargetkan ekspatriat khususnya Jepang dan Korea Selatan karena properti kami berada tidak jauh dari koridor bisnis TB Simatupang yang sekarang sedang berkembang,” terang dia. “The Kencana Residence juga memiliki 3 tipe penthouse yaitu tipe 60 m2, 200 m2, dan 250 m2. Harga per

meter persegi sebesar Rp55 juta,” kata Susanto. Salah satu daya tarik yang ditawarkan kepada konsumen ialah kerja sama dengan Ascott dalam pengoperasian layanan bagi penghuni. “Melalui kerja sama ini Ascott akan mengoperasikan serviced residence The Kencana dengan brand Somerset Kencana. Somerset Kencana dengan total 148 unit terdiri atas beberapa tipe apartemen yaitu satu kamar, dua kamar, dan tiga kamar,” ujar dia.

the kencana pondok indah
the kencana pondok indah

Setiap tipe apartemen dilengkapi dengan dapur yang lengkap dan beberapa fasilitas termasuk kolam renang dan gym. “Dengan serviced residence, maka konsumen akan mendapatkan pelayanan apartemen fully furnished yang bisa disewa dengan perlengkapan layaknya hotel,” kata Regional General Manager Indonesia and Australia The Ascott Limited (Ascott) Kenneth Rogers. “Saya percaya sektor properti Indonesia bertumbuh. Ada beberapa hal yang mendasari yaitu suku bunga bank sudah diarahkan menjadi single digit, pajak final diturunkan dari sebelumnya 5% menjadi tinggal 2,5% yang berlaku pada September 2018, dukungan perbankan dengan LTV dari 80% menjadi 85%. Hal ini merupakan momen yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti, seperti dikatakan Chairman Mandiri Sejahtera Hutama (MSH) Grup Mohamad S Hidayat sebagai pemilik The Kencana. MS Hidayat mengatakan siap menerima dana repatriasi amnesti pajak untuk diinvestasikan di The Kencana Residence karena sektor properti merupakan salah satu pilihan investasi yang aman dan merupakan indikator pembangunan ekonomi. Saat ini, kondisi industri properti terus membaik seiring perbaikan pertumbuhan ekonomi. Sebagaimana diberitakan, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.08/2016 yang mengatur tentang mekanisme investasi dana repatriasi ke sektor nonkeuangan. Salah satu sektor yang ditawarkan ialah sektor properti. Kerja sama operasi kedua perusahaan ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Direktur Utama MPM Susanto Kiswandono dan Regional General Manager Indonesia and Australia The Ascott Limited (Ascott) Kenneth Rogers di Jakarta, Sabtu (10/8). Hadir menyaksikan kerja sama tersebut Chairman MSH Grup MS Hidayat sebagai pemilik The Kencana. (OL-5) sumber

the kencana

Pelemahan rupiah atas dolar Amerika Serikat yang mendekati Rp15.000, dinilai tidak banyak mengganggu daya beli masyarakat.

Associate Director Investment Service Colliers International Indonesia, Aldi Garibaldi mengatakan kondisi krisis di Indonesia akibat pelemahan rupiah atas dolar Amerika Serikat tidak mengganggu daya beli. Dia juga menilai Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang beberapa negara lain, sebut saja misalnya; Argentina dan Turki. Dia menilai total hutang Indonesia masih jauh lebih kecil dibandingkan negara lain. Aldi menyebut, 2016 memang tahun dimana pembelian properti sedang menurun, dan 2017 mulai pulih.

“Orang masih banyak yang mau beli hunian, berani investasi dan spekulasi, apalagi di pasar juga dibanjiri dengan suplai dari hasil sitaan bank. Makanya suplai kita tinggi,” ujar Aldi kepada Bisnis, Kamis (6/9/2018).

Dia mengakui untuk segmen pasar properti menengah ke bawah dengan kisaran harga Rp500 juta sampai Rp900 juta tetap akan positif. Senada dengan Aldi, Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Lea Aziz mengatakan cara mudah untuk mengecek dampak pelemahan rupiah dan efek dari kenaikan Pajak Penghasil (PPh) Pasal 22 bisa terlihat dari pusat perbelanjaan.

Lea menilai, selama ritel, pusat perbelanjaan masih dalam kondisi ramai pengunjung dalam waktu dua sampai tiga minggu ke depan, hal ini menjadi penanda bahwa daya beli masyarakat tidak terpengaruh.

Selain itu, kondisi pasar juga tidak banyak terpengaruh jika dengan kenaikan PPh yang berimbas dengan kenaikan harga ke konsumen tidak menghilangkan minat konsumen untuk berbelanja.

“Coba, Sabtu-Minggu ke IKEA, disana semua isinya barang impor. Kalau pengunjung disana dalam waktu dua sampai tiga minggu masih ramai, hal ini menandakan pembeli sama sekali tidak terpengaruh dengan pelemahan rupiah, dan mau seberapa tinggi harga, konsumen tetap mau membeli,” ungkap Lea.

Dia menambahkan, karakteristik pembeli seperti ini adalah ciri khas masyarakat Indonesia. Lea menyebut, Indonesia adalah negara yang paling banyak dibidik asing karena karakter masyarakat yang sangat konsumtif.

“Kita spender, banyak yang suka membeli, menghabiskan, jadi karakter seperti itu yang membuat negara lain berbondong-bondong suka masuk ke Indonesia,” tutur Lea.

http://properti.bisnis.com/read/20180906/48/836038/konsumen-properti-tak-terganggu-depresiasi-rupiah